Betapa bodohnya…


Waktu…
Ketika kita sedang senang atau bahagia, waktu akan terasa berjalan sangat cepat sekali.
Seolah-olah dia berlari dan nggak suka melihat kita yg sedang berbahagia…
Tapi, ketika kita sedang sedih dan menangis, waktu akan terasa lama sekali berlalunya.
Seakan-akan dia menunjukkan kesetiaanya, berempati dan ikut merasakan kesedihan kita…

Pertemuan…
Kata pepatah disetiap pertemuan, pasti ada perpisahan.
Lebih baik kita bertemu dengan yg baik disaat yg tidak tepat, daripada bertemu dg yg buruk disaat yg tepat.

Kata sebagian orang, hidup itu pilihan.
Kita bebas menjadi apa yg kita mau, entah itu baik atau buruknya tergantung dari bagaimana kita melihatnya…
Sayangnya, hidup itu cuman sekali dan tidak bisa terulang kembali.

Penyesalan itu selalu datang dibelakang, karena kalau didepan itu namanya pendaftaran…
Semua orang pasti pernah berbuat salah, tak peduli dia siapa.
Dengan berbuat salah, kita belajar dan sadar diri kalau sebenarnya kita ini hanyalah manusia biasa…

Harapan…
Dengan berharap, maka kita akan berusaha…
Dengan berharap, maka kita akan bersemangat…
Dengan berharap, maka kita akan berdo’a…
Karena dengan adanya harapan, sejatinya kita “hidup”. Begitu juga sebaliknya, tanpa ada harapan sebenarnya kita “mati”…

Menunggu…
Kata buku pelajaran, menunggu itu melatih kesabaran.
Menunggu itu melatih kita menjadi dewasa.
Namun, sejatinya menunggu itu adalah agar kita tahu bahwa segalanya membutuhkan proses…

Andai saja, saya tidak menunggu…
Andai saja, saya tidak berharap…
Andai saja, saya dapat memilih…
Andai saja, kita tidak pernah bertemu…
Oh…
Atau andai saja, waktu dapat terulang kembali, maka tidak akan pernah ada penyesalan itu…

Aaahhh…
Betapa bodohnya saya, karena terus menunggu…
Betapa naifnya saya, karena terus berharap…
Betapa lemahnya saya, karena tidak bisa memilih dan mempertahankan impian itu…
Atau…
Memang betapa bodohnya saya karena terus dan selalu berandai-andai…

Seharusnya saya harus sadar bahwa didunia ini ada hal-hal yg tidak bisa kita paksakan.
Tidak semua keinginan dan harapan berjalan sesuai dengan realita dan tidak semua pilihan itu selalu benar.
Ah….
Betapa bodohnya saya…

Seharusnya saya bersyukur.
Seharusnya saya ikhlas.
Seharusnya saya pergi jauh dan mengejar kembali mimpi yg tertunda.
Dan seharusnya saya tidak diam, lemah dan bodoh.
Oh, atau memang…
Betapa bodohnya saya…

Pergi


Semua yang bernyawa pasti akan pergi, ntah cepat atau lambat kita akan ditinggalkan atau meninggalkan.

Ada pepatah mengatakan bahwa bukan marah atau pergi yang paling menyakitkan, melainkan kecewa. Karena sekali kita membuat orang kecewa maka rasa itu sudah tidak akan sama.

Semoga aku bisa pergi dari tempat ini, soon…..